Sebagai designer muda asal Belinyu, Kepulauan Bangka Belitung, Yanti Adeni ingin mengenalkan kain tenun khas daerahnya yakni kain Cual. Kesempatan berharga ini dapat terwujud ketika gelaran Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 16-20 Oktober 2019.
Dalam rangkaian koleksinya, Yanti Adeni menggunakan Kain Cual dengan motif kepiting dalam busananya untuk style wanita vintage 1940. Penggunaan motif kepiting ini sesuai dengan tema IMFW tahun 2019 yakni Nautical Archipelago. Oleh karena itu, kepiting yang merupakan salah satu kekayaan fauna laut Indonesia, terutama di Bangka Belitung dianggap sangat cocok untuk merepresentasikan koleksi busana Yanti Adeni.

Bagi para pecinta kain tradisional Indonesia, Kain Cual memberikan warna tersendiri untuk melengkapi koleksi mereka akan budaya dan seni kain yang ada di tanah air. Dengan berbagai rancangan yang disediakan oleh Yanti Adeni, maka harapannya akan semakin banyak orang yang terinspirasi dan mendapatkan desain yang cocok dan pas untuk referensi berbusana mereka.
Para pemakainya pun tak perlu takut jika pakaian tersebut tampak out to date karena Yanti Adeni selalu menggabungkan kombinasi dari gaya yang sedang trendi serta penggunaan material lainnya yang membuat tampilan keseluruhan justru sangat trendi dan unik.
Ke depannya, Yanti Adeni berencana akan kembali hadir membawa tenun khas Bangka ini di ajang berikutnya yakni di ISEF 2019 yang rencananya akan diadakan pada bulan November 2019 mendatang.
Nantikan karya dari Yanti Adeni selanjutnya!